Sim Salabim! Langsung langsing, tapi...
Tidak ada cantik yang instan, lewat bedah plastik sekalipun, ada rangkaian prosedur dan “pengorbanan” yang harus dilewati.
Wanita lebih peduli terhadap penampilan dibanding pria. Begitulah yang terungkap dari survey yang dilakukan oleh American Society for Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS). Di tahun 2007, sebanyak 11,7 juta orang melakukan operasi plastik di Amerika Serikat. Angka ini meningkat 457% dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 91% adalah wanita. Di Indonesia, data yang dihimpun Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) tahun 2008 ini, sekitar 95% pasien bedah plastik estetik adalah wanita.
Meskipun bedah plastik kerap disebut sebagai cara instan menjadi cantik, jangan mengharapkan langsung cantik! Terdapat serangkaian prosedur yang harus dituruti agar hasilnya optimal.
Memperbaiki disharmony
Menurut sosiolog dari universitas Indonesia, Ida Ruwaida, sejak dulu hingga sekarang, masyarakat menjadikan tubuh wanita sebagai daya tarik utama. Kondisi ini memicu wanita untuk selalu tampil menarik dan hal ini menjadi masalah ketika daya tarik seorang wanita menurun akibat faktor usia dan hormonal.
Cantik dengan bedah plastik estetik memang merupakan pilihan sekarang ini karena klinik dan rumah sakit yang menyediakan pelayanan bedah plastik semakin menjamur, kondisi ekonomi masyarakat juga telah semakin baik.
Bedah plastik, awalnya ditujukan untuk pasien yang mengalami kecacatan lahir ( bibir sumbing atau tanda lahir) atau korban kecelakaan (luka bakar, patah rahang atau wajah rusak). Namun dalam perkembangannya ilmu bedah plastik estetik ditujukan untuk memperbaiki bentuk tubuh yang kurang harmonis.
Salah satu dokter spesialis bedah plastik dari RSCM, dr Teddy O.H. Prasetyono, SpBP(K) mengungkapkan bahwa bedah plastik estetik ditujukan bagi mereka yang fisiknya normal, namun memiliki ketidakharmonisan. “Poin penting dari bedah plastik estetik adalah memberi keadaan yang lebih baik, tetapi tetap dalam batas normal.”, demikian kata dr Teddy.
Presenter Tamara Geraldine (34) misalnya, menuturkan pengalamannya. Selama 13 tahun berkarier, ia selalu menggunakan scotch tape hingga kelopak matanya mengalami iritasi dan bentuknya turun. Hal ini mendorong Tamara untuk melakukan eyelid surgery. Penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw (34) juga telah menjalani operasi memperbaiki bentuk perut (tummy tuck) dan sedot lemak (liposuction). Sebelumnya ia sudah mencoba menjalani aquapuncture dan metode suntikan, namun hasilnya kurang memuaskan. Model dan bintang film, Dominique Agisca Diyose (20) melakukan operasi plastik untuk menyamakan bentuk kedua payudaranya yang menurutnya berbeda secara signifikan. Tidak hanya para artis, Hana (25) yang berprofesi sebagai pengusaha juga menjalani operasi penambahan tulang hidung sewaktu berusia 18 tahun.
Jalan terjal menjadi cantik
Namanya juga operasi, pasti rasanya tidak enak. Bayangkan saja, bagian tubuh disayat, dimasukkan benda asing kedalamnya kemudian harus mengalami rasa tidak nyaman selama beberapa hari sampai bahkan sampai berbulan-bulan. Derita pascaoperasi ini dirasakan oleh model dan presenter Listiyani Wijaya (28) yang melakukan pelangsingan tubuh dengan lipotomy kemudian dibalut korset hingga seminggu. Hana juga merasakan hal yang sama pascaoperasi penambahan tulang hidungnya. Ia merasa berat dibagian hidungnya yang tertutup gips serta mengalami bengkak sampai di kelopak matanya.
Menanggapi keluhan tersebut, dr Teddy menjelaskan bahwa bedah plastik bukanlah pekerjaan pada benda mati. Tubuh manusia terdiri dari jaringan yang jumlahnya tidak terhitung sehingga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi. Bagian tubuh yang menjalani operasi bedah plastik membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk sembuh sempurna. Hal ini perlu diperhatikan bila melakukan operasi yang berulang-ulang pada bagian tubuh yang sama, sebaiknya memberikan jarak sekitar 3-6 bulan antar operasi agar hasilnya optimal. Namun waktu 306 bulan tersebut bukan harga mati, operasi dapat dilakukan lebih awal atau lebih lama. Dokterlah yang menentukan, apakah pada suatu jaringan siap dilakukan pembedahan lagi. Selain itu kondisi pasien juga perlu dicermati , apakah ia siap menjalani operasi lagi.
Keluhan yang dialami pasien, dari normal sampai komplikasi mungkin terjadi, namun angkanya kecil. Pasien dapat menjalani koreksi terhadap hasil operasi dengan syarat jaringan luka sudah benar-benar pulih.
Siap fisik dan mental
Liposuction dapat selesai dalam waktu 3 jam, kelopak mata idaman dapat diperoleh dalam 30 menit, namun terdapat juga operasi yang membutuhkan waktu lama.
Untuk mempersiapkan pasien, tahap yang tidak boleh dilewatkan adalah konsultasi mendalam antara dokter dan pasien. “Dokter harus dapat mendeteksi harapan yang berlebihan dari pasien, termasuk motivasi yang salah, misalnya menyenangkan hati pasangan. Padahal yang akan menanggung perubahan, termasuk sakit dalam prosesnya, adalah calon pasien. Sebaiknya pasien juga meminta penjelasan mendetail mengenai prosedur operasi, termasuk efek sampingnya bila ada,” kata dr. Teddy.
Calon pasien juga harus menjalani serangkaian tes kesehatan sebelum operasi, diantaranya pemeriksaan hemoglobin yang hasilnya tidak boleh dibawah normal. Tamara sebelum menjalani liposuction, terlebih dahulu harus melewati pemeriksaan jantung, foto thoraks, EKG, tes darah, sampai tes HIV-AIDS. Selain itu dokter juga menanyakan tentang gaya hisup seperti kebiasaan merokok dan pola tidur. Dalam pemeriksaan kesehatan ini, pasien harus mengungkapkan seluruh masalah kesehatannya dengan jujur termasuk penyakit yang pernah dideritanya. Tujuannya agar dokter benar-benar memahami risiko yang mungkin terjadi. Pasien dengan penyakit diabetes dapat menjalani operasi plastik bila kadar gula darahnya terkontrol dengan baik. Pasien dengan tekanan darah tinggi juga dapat menjalani operasi plastik bila tekanan darahnya stabil sebelum operasi. Pasien juga sebaiknya terbuka bila sedang mengalami masalah karena kestabilan emosi merupakan aspek yang penting dalam operasi plastik estetik.
Dukungan keluarga dan pasangan juga sangat dibutuhkan agar pasien siap menghadapi perubahan, termasuk reaksi orng-orang disekitarnya. Bahkan dukungan ini wajib dibuat secara tertulis bagi pasien dibawah 18 tahun.
Penting diperhatikan dalam melakukan operasi bedah plastik adalah setiap tindakan operasi pasti memiliki risikonya. Walaupun risiko tindakan operasi plastik rendah, namun tidak akan mencapai angka nol. Sebaiknya persiapkan diri hingga mantap sebelum menjalani operasi plastik dan percayakan diri anda pada orang yang tepat, yaitu dokter spesialis bedah plastik. Hal ini tidak dapat ditawar lagi.
Disadur dari Femina, majalah wanita mingguan. no.22/XXXVI, 29 Mei-4 Juni 2008
|